Custom Search

Tuesday, November 18, 2008

Pertumbuhan Periwisata Dunia Diperkirakan Menurun

Badan PBB untuk pariwisata (UN-WTO/ United Nations World Tourism Organization ) memperkirakan pertunbuhan pariwisata global akan menurun.
“ Karena krisis keuangan global diperkirakan akan berlanjut sampai 2009, UN-WTO memperkirakan persentase laju pertumbuhan kunjungan periwisata global akan berada dikisaran 0-2 persen. “ kata staff ahli Menbudpar ( Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ) Thamrin B Bachri melalui pesan singkat dari China.
Thamrin berpartisipasi mewakili Indonesia pada International Conference on Revitalization of Tourism and Confronting Crisis di Chengdu Propinsi Sichuan, Cina yang diprakarsai oleh UN-WTO dan CNTA (China National Tourism Administration) dari 15 November – 19 November 2008.
Mengutip UN- WTO, Thamrin mengatakan padahal persentase pertumbuhan kunjungan pariwisata global pada empat bulan pertama tahun 2008 sudah mencapai rata-rata 5,7 persen.
“ Bahkan pada bulan mei 2008 terjadi peningkatan permintaan mencapai 7 percen. Namun mulai Juni, Juli, Agustus 2008 pertumbuhan menurun 2 percen sehingga untuk 8 bulan pertama 2008 rata-rata petumbuhan dunia 3,7 percen, “katanya.
UN-WTO memperkirakan pertumbuhan pariwisata dunia akan terus melambat sekitar 2 – 3 persen sampai dengan Desember 2008.
Dalam konferensi International tersebut, kata Thamrin, ada hasil-hasil penting yang perlu ditindaklanjuti oleh Indonesia yaitu bahwa pembangunan pariwisata hendaknya dilihat secara seimbang dari dua sisi yaitu optimalisasi dampak positif pariwisata dengan peningkatan jumlah kunjunagan wisatawan asing dan wisatawan domestic, serta meminimalisir bahkan mereduksi dampak positif periwisata misalnya menyiapkan program antisipasi dampak pemanasan global dari sector pariwisata.
“Dalam kondisi krisis yang bagaimana pun yang menerpa pariwisata, kepentingan dan pelibatan masyarakat tetap prioritas, “katanya.
Kendatipun pariwisata dunia diperkirakan akan mengalami krisis debagai akibat berlanjut krisis keuangan dunia, lanjut Thamrin, namun agenda-agenda yang terkait dengan global warming dan pembangunan pariwisata yang berbasis pelibatan masyarakat harus tetap dilaksanakan.
“ Ini himbauwan UN-WTO kepada Negara-negara angotanya, “katanya.
Selain itu, Data-data yang menjadi dasar bagi penetapan kebijakan di sector pariwisata harus sangat akurat termasuk data kunjungan asing maupun domestic, jumlah tenaga kerja dan devisa yang dihasilkan.
Thamrin peran serta nya akan membawakan makalah berjudul Managing Tourism During Crisis, Case of Indonesia.

Sumber : Harian Analisa, 18 nov 2008

No comments: